MENGATASI KEJAHATAN GENDAM / HIPNOTIS

 

 Gendam adalah kejahatan penipuan menggunakan metode hipnotis (hypnosis) dipercaya menggunakan ilmu hitam atau magic atau sihir. Padahal secara teknis gendam merupakan salah satu atau gabungan dari teknik shock induction , Ericksonian Hypnosis, dan Mind Control (telepati, magnetism) dan termasuk dalam metode hypnosis modern yang sudah dikenal di dunia barat.

Secara teknis, untuk menghindari kejahatan hipnotis sangatlah mudah. Berikut ini tips dan trik untuk menghindari kejahatan gendam / hipnotis jalanan:
 
  1. Percaya dan yakin sepenuhnya bahwa kejahatan hipnotis tidak akan mempan kepada orang yang menolaknya, karena seluruh proses hipnotis adalah proses "self hypnosis " (kita mensugesti diri sendiri) dimana rasa takut kita dimanfaatkan oleh penggendam.
  2. Curigalah pada orang yang baru anda kenal dan berusaha mendekati anda, karena seluruh proses hipnotis merupakan teknik komunikasi yang sangat persuasif.
  3. Waspadalah terhadap orang yang menepuk anda dan hindari dari percakapan yang mungkin terjadi. Ketika anda fokus pada ucapannya, pada saat itulah sugesti sedang dilontarkan. Segeralah pindah dari tempat itu dan alihkan perhatian anda ketempat lain.
  4. Sibukkan pikiran anda dan jangan biarkan pikiran kosong pada saat anda sedang sendirian ditempat umum, karena pada saat pikiran kosong / bengong, bawah sadar terbuka sangat lebar dan mudah untuk tersugesti.
  5. Waspadalah terhadap rasa mengantuk, mual, pusing, atau dada terasa sesak yang datang tiba-tiba secara tidak wajar, karena kemungkinan saat itu ada seseorang yang berusaha melakukan telepathic forcing kepada anda. Segera niatkan untuk membuang seluruh energi negatif tersebut kebumi, cukup dengan cara visualisasi dan berdoa menurut agama dan keyakinan anda.
  6. Bila ada orang yang memiliki kebiasaan "latah" usahakan agar kalau bepergian ditemani oleh orang lain, karena latah adalah suatu kebiasaan membuka bawah sadar untuk mengikuti perintah. Usahakanlah untuk menghilangkan kebiasaan latah tersebut.
  7. Hati-hati terhadap beberapa orang yang tiba-tiba mengerumuni anda tanpa suatu hal yang jelas dan pergilah ketempat yang ramai atau laporkan kepada petugas keamanan. Kadang penggendam melakukan hipnotis secara berkelompok, seolah-olah saling tidak mengenal.
  8. Jika anda mulai merasa memasuki suatu kesadaran yang berbeda, segeralah perintahkan diri anda agar sadar dan normal kembali, dengan meniatkan, "Saya sadar dan normal sepenuhnya! " Dan andapun akan sadar dan normal kembali.

Bagi dan sebarluaskanlah informasi ini kepada seluruh rekan/ saudara yang anda cintai agar terhindar dari kejahatan hipnotis / gendam yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
»»  BACA SELENGKAPNYA...

Cerita Nabi Muhammad

Cerita  Nyata Tentang Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam


Mari kita baca dan renungkan bersama, semoga banyak hikmah yang bisa kita petik, sehingga kita bisa meneladani beliau.
-------------------------------------------------
Kalau pakaian beliau terkoyak atau robek, Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam menambal dan menjahitnyanya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.

Setiap kali beliau pulang ke rumah, bila dilihat tidak ada makanan yang sudah masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyingsing lengan bajunya untuk membantu istrinya di dapur.

Sayyidatina ‘Aisyah rodliyallahu 'anhaa menceritakan: ”Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumah tangga.

Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai sholat.

Pernah Rasulullah pulang pada waktu pagi. Tentulah beliau amat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tidak ada apa pun yang ada untuk di buat sarapan. Yang mentah pun tidak ada karena Sayyidatina ‘Aisyah rodliyallahu 'anhaa belum ke pasar. Maka beliau shollallahu 'alaihi wasallam bertanya, “Belum ada sarapan ya Khumaira?” (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina ‘Aisyah yang berarti ‘Wahai yang kemerah-merahan)

Aisyah rodliyallahu 'anhaa menjawab dengan merasa agak serba salah, “Belum ada apa-apa Yaa Rasulallah.”

Rasulullah lantas berkata, ”Kalau begitu saya puasa saja hari ini.” tanpa sedikitpun tergambar rasa kesal di wajahnya.

Pernah Rasulullah bersabda, “sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya.”

Subhaanallaah....Prihatin, sabar dan tawadhuknya Rasulullah sebagai kepala keluarga.

Pada suatu ketika Rasulullah menjadi imam sholat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan beliau antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi kemerutuk seolah-olah sendi-sendi pada tubuh beliau yang mulia itu bergeser antara satu sama lain. Sahabat Umar yang tidak tahan melihat keadaan beliau itu langsung bertanya setelah selesai sholat :

“Yaa Rasulallah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah anda sakit yaa Rasulallah?”

“Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, saya sehat dan segar” jawab beliau.

“Yaa Rasulallah… mengapa setiap kali baginda menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh baginda?

Kami yakin anda sedang sakit…” desak Umar penuh cemas.

Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda.

“Yaa Rasulallah! Adakah bila baginda menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat baginda?”

Lalu beliau menjawab dengan lembut dan senyum, ”Tidak para sahabatku. saya tahu, apa pun akan kalian korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah yang akan saya jawab di hadapan ALLAH SWT nanti, apabila saya sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?” “Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH SWT buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”

Subhanallaah...betapa cintanya beliau kepada umatnya.....sedang cinta kita kepada beliau??? apakah kita sering ingat pada beliau??? apakah kita sering membaca sholawat untuk beliau??? apakah akhlak Rasulullah yang begitu lembut, santun, pemaaf, ikhlas dan tawadlu' serta selalu menyentuh hati telah kita teladani???

Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang penuh kudis, miskin dan kotor.

Hanya diam dan bersabar saat kain surbannya diambil dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya.

Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh tempat yang dikencingi si Badwi di dalam masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu.

Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH TA'ALA dan rasa kehambaan dalam diri Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam yang tinggi menjadikan beliau seorang yang tawadlu' yang tidak ingin dimuliakan.

Anugerah kemuliaan dari ALLAH SWT tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain, ketika di depan umum maupun dalam kesendirian.

Ketika pintu Surga telah terbuka, seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah, hingga pernah baginda terjatuh, lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Fisiknya sudah tidak mampu menanggung kemauan jiwanya yang tinggi.

Bila ditanya oleh Sayyidatina ‘Aisyah rodliyallahu 'anhaa, “Yaa Rasulallah, bukankah anda telah dijamin Surga? Mengapa anda masih bersusah payah begini?”

Jawab baginda dengan lunak, “Yaa ‘Aisyah, bukankah saya ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya saya ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur.”

Rasulullah benar-benar sosok hamba yang sangat bersyukur kepada-Nya, beliau mensyukuri semua anugerah yang beliau terima dengan ibadah yang sungguh-sungguh....Subhaanallaah.....

Renungan untuk kita, bagaimana ibadah kita, sudahkah sungguh-sungguh sebagaimana Rasulullah??? atau masih jauh dari rasa sungguh-sungguh??? ataukah masih merasa berat atau merasa terbebani dengan ibadah-ibadah yang Allah wajibkan pada kita??? jawabannya ada di hati kita masing-masing....bila kita mau berfikir memang nikmat Allah pada kita banyak sehingga tidak mungkin kita menghitungnya, tapi sayang banyak manusia yang tidak mau memikirkan dan merenungkan nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan-Nya, terutama nikmat IMAN dan ISLAM.

Allah telah berfirman dalam QS. Al-Qolam ayat 4 yang terjemahnya "Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berakhlak (berbudi pekerti) yang agung"

Demikian sedikit apa yang Saya bisa sampaikan tentang agungnya dan mulianya Rasulullah, tidak lupa Saya sampaikan terima kasih kepada siapa yang menyempatkan waktu membaca artikel sederhana ini.


Bismillahirrahmaanirrahiim

Diriwayatkan pada saat itu Rasulullah baru tiba dari Tabuk, peperangan dengan bangsa Romawi yang kerap menebar ancaman pada kaum muslimin. Banyak sahabat yang ikut beserta Nabi dalam peperangan ini. Tidak ada yang tertinggal kecuali orang-orang yang berhalangan dan ada uzur.

Saat mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan, Rasulullah berjumpa dengan seorang tukang batu. Ketika itu Rasulullah melihat tangan buruh tukang batu tersebut melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari.

Sang manusia Agung itupun bertanya, “Kenapa tanganmu kasar sekali?"
Si tukang batu menjawab, "Ya Rasulullah, pekerjaan saya ini membelah batu setiap hari, dan belahan batu itu saya jual ke pasar, lalu hasilnya saya gunakan untuk memberi nafkah keluarga saya, karena itulah tangan saya kasar."

Rasulullah adalah manusia paling mulia, tetapi orang yang paling mulia tersebut begitu melihat tangan si tukang batu yang kasar karena mencari nafkah yang halal, Rasulpun menggenggam tangan itu, dan menciumnya seraya bersabda,

"Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada", 'inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya'.

***


Rasulullahl tidak pernah mencium tangan para Pemimpin Quraisy, tangan para Pemimpin Khabilah, Raja atau siapapun. Sejarah mencatat hanya putrinya Fatimah Az Zahra dan tukang batu itulah yang pernah dicium oleh Rasulullah. Padahal tangan tukang batu yang dicium oleh Rasulullah justru tangan yang telapaknya melepuh dan kasar, kapalan, karena membelah batu dan karena kerja keras.

Suatu ketika seorang laki-laki melintas di hadapan Rasulullah. Orang itu di kenal sebagai pekerja yang giat dan tangkas. Para sahabat kemudian berkata, “Wahai Rasulullah, andai bekerja seperti dilakukan orang itu dapat digolongkan jihad di jalan Allah (Fi sabilillah), maka alangkah baiknya.” Mendengar itu Rasul pun menjawab, “Kalau ia bekerja untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk menghidupi kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak meminta-minta, maka itu fi sabilillah.” (HR Thabrani)

***


Orang-orang yang pasif dan malas bekerja, sesungguhnya tidak menyadari bahwa mereka telah kehilangan sebagian dari harga dirinya, yang lebih jauh mengakibatkan kehidupannya menjadi mundur. Rasulullah amat prihatin terhadap para pemalas.

”Maka apabila telah dilaksanakan shalat, bertebaranlah kam di muka bum; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (QS. Al-Jumu’ah 10)

”Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi ini”. (QS Nuh19-20)

***


”Siapa saja pada malam hari bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal, malam itu ia diampuni”. (HR. Ibnu Asakir dari Anas)

”Siapa saja pada sore hari bersusah payah dalam bekerja, maka sore itu ia diampuni”. (HR. Thabrani dan lbnu Abbas)

”Tidak ada yang lebih baik bagi seseorang yang makan sesuatu makanan, selain makanan dari hasil usahanya. Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud, selalu makan dan hasil usahanya”. (HR. Bukhari)

”Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Bersusah payah dalam mencari nafkah.” (HR. Bukhari)

”Barangsiapa yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, maka sama dengan pejuang dijaIan Allah ‘Azza Wa Jalla”. (HR. Ahmad)




Kisah Rasulullah dan Seorang Badui

PADA suatu masa, ketika Nabi Muhammad SAW sedang tawaf di Kaabah, baginda mendengar seseorang di hadapannya bertawaf sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”
Rasulullah SAW meniru zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!”
Orang itu berhenti di satu sudut Kaabah dan menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah yang berada di belakangnya menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!”
Orang itu berasa dirinya di perolok-olokkan, lalu menoleh ke belakang dan dilihatnya seorang lelaki yang sangat tampan dan gagah yang belum pernah di lihatnya.
Orang itu berkata, “Wahai orang tampan, apakah engkau sengaja mengejek-ngejekku, karena aku ini orang badui? Kalaulah bukan karena ketampanan dan kegagahanmu akan kulaporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”
Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah SAW tersenyum lalu berkata: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?”
“Belum,” jawab orang itu.
“Jadi bagaimana kamu beriman kepadanya?” tanya Rasulullah SAW.
“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya walaupun saya belum pernah bertemu dengannya,” jawab orang Arab badwi itu.
Rasulullah SAW pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab, ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat.”
Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya lalu berkata, “Tuan ini Nabi Muhammad?” “Ya,” jawab Nabi SAW.
Dengan segera orang itu tunduk dan mencium kedua-dua kaki Rasulullah SAW.
Melihat hal itu Rasulullah SAW menarik tubuh orang Arab badwi itu seraya berkata, “Wahai orang Arab, janganlah berbuat seperti itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh seorang hamba sahaya kepada tuannya. Ketahuilah, Allah mengutus aku bukan untuk menjadi seorang yang takabur, yang minta dihormati atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya.”
Ketika itulah turun Malaikat Jibril untuk membawa berita dari langit, dia berkata, “Ya Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: “Katakan kepada orang Arab itu, agar tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahwa Allah akan menghisabnya di Hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil mahupun yang besar.”
Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Orang Arab itu pula berkata, “Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan denganNya.”
Orang Arab badwi berkata lagi, “Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran magfirahNya. Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa luasnya pengampunanNya. Jika Dia memperhitungkan kebakhilan hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa dermawanNya.”
Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah SAW pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu sehingga air mata meleleh membasahi janggutnya.
Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata, “Ya Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: “Berhentilah engkau daripada menangis, sesungguhnya karena tangisanmu, penjaga Arasy lupa bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga ia bergoncang. Sekarang katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan menghitung kemaksiatannya. Allah sudah mengampunkan semua kesalahannya dan akan menjadi temanmu di syurga nanti.”
Betapa sukanya orang Arab badwi itu, apabila mendengar berita itu dan menangis karena tidak berdaya menahan rasa terharu.
»»  BACA SELENGKAPNYA...

Cerita Dongeng Jepang 3

Neko to Juunishi
猫と十二支
Kucing dan 12 horoskop 


Neko to juunishi 猫と十二支 , adalah cerita dongeng Jepang tentang seekor kucing dan 12 binatang yg terpilih menjadi horoskop.

Bab I  第一章

Aru toki, kamisama ga doubutsu tachi o yonde, enkai o hiraku koto ni shimashita.
ある時 、神様 が 動物たち を 呼んで、宴会 を 開くことにしました。
Suatu ketika, dewa memutuskan untuk memanggil para hewan dan mengadakan perjamuan makan.
"Enkai no hi, hayaku kita mono no jun ni, juuni-hiki o erande, ichinenkan zutsu, ningen no sekai o mamoraseru koto ni shitai." to, o-fure o dashimashita.
「宴会の日、早く来たもの の 順に、十二匹 を 選んで、一年間ずつ、人間の世界 を 守らせる ことにしたい。」 と、お触れ を 出しました。
"Pada hari perjamuan, menurut urutan yg tercepat datang, saya akan memilih 12 ekor, masing2 satu tahun, untuk melindungi dunia manusia", sang dewa memberi pengumuman.
Soko de doubutsu-tachi wa, jibun koso ichiban saki ni ikou to, enkai no hi o matte imashita.
そこで 動物たちは、自分こそ 一番先 に 行こうと 、宴会の日 を 待っていました。
Maka itu, para hewan masing-masing berniat untuk menjadi yg tercepat datang, menunggu-nunggu hari perjamuan.
Tokoro ga, neko wa enkai no hi o wasurete shimatta no desu.
ところが 、猫 は 宴会の日 を、忘れて しまった のです。
Tetapi, kucing lupa tentang hari perjamuan.
"Komatta naa. Nezumi ni kiite miyou."
「困った なあ。ねずみ に 聞いてみよう。」
"Waduh gawat nih. Coba tanya tikus ah."
Neko ga nezumi no tokoro e kiki ni iku to, nezumi wa wazato ichinichi osoi hi o oshiemashita.
猫 が ねずみ の 所へ 聞きに 行くと、ねずみ は わざと 一日おそい 日 を 教えました。
Begitu kucing pergi ke tempat tikus untuk bertanya, si tikus dengan sengaja memberitahu telat satu hari.
Bab II  第二章

Sate, enkai no hi. Ushii wa, massaki ni shuppatsu shimashita.
さて、宴会の日。牛 は、真っ先に 出発しました。
Lalu, sampailah hari perjamuan. Kerbau tiba paling dulu.
Nezumi wa okurete wa taihen to, ushi no senaka ni tobinotte, mon ni tsuku to sugu ni tobiorite, ichiban hayaku, kamisama no tokoro e kaketsukemashita.
ねずみ は 遅れて は 大変と、牛の背中に 跳び乗って、門に着くと すぐに 跳び下りて、一番 はやく 、神様 の 所へ かけつけました。
Tikus yang takut terlambat, menunggangi punggung sapi dan segera melompat turun begitu sampai di pintu gerbang, menjadi yang paling awal, ia berlari ke tempat dewa
Kamisama wa tsuita jun ni, nezumi, ushi, tora, usagi, tatsu, hebi, uma, yagi, saru, niwatori, inu, inoshishi no juunihiki ni, sorezore ichinen zutsu ningen no sekai o mamoraseru koto ni shimashita.
神様 は 着いた順に、ねずみ 、牛、とら、、竜、へび、馬、羊、さる、鶏、犬、いのしし の 十二匹に、それぞれ 一年間ずつ 人間の世界を守らせる ことにしました。
Sang dewa memilih 12 hewan untuk melindungi dunia manusia sesuai dengan urutan kedatangannya yaitu, tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi hutan
Sonna koto to wa shiranai neko wa, tsugi no hi, kamisama no tokoro e kaketsukemashita.
そんなこと とは 知らない 猫は、次の日、神様の所へ かけつけました。
Kucing yang tak mengetahui hal itu, pada hari berikutnya pergi berlari ke tempat dewa.
Tokoro ga, enkai nado arimasen. Fushigi ni omotte monban ni kiku to,
ところが、宴会など ありません 。 不思議に 思って 門番に聞くと、
Tetapi, tidak ada perjamuan atau apa pun. Merasa aneh, ia bertanya kepada penjaga gerbang.
"Enkai datte? Sore wa kinou da yo." to, waratte shimaimashita.
「宴会だって? それ は きのう だよ。」 と、笑ってしまいました。
"Perjamuan ya? Itu kan kemarin.", penjaga gerbang menertawainya.
Sonna wake de, juunishi ni irete moraenakatta neko wa, nezumi o urande, ima demo nezumi o miru to kataki o utou to, oikake mawashite iru no da to iu koto desu.
そんな わけで 、十二支に 入れてもらえなかった 猫は、ねずみ を 恨んで 、今でも ねずみを見ると 敵を打とうと 、追いかけ回しているのだと 言うことです。
Katanya, itulah sebabnya, kucing yang tidak bisa dimasukkan ke 12 horoskop, dendam pada tikus. Sampai sekarang pun, begitu melihat tikus, langsung berusaha menyerangnya dan mengejar kesana kesini.

Disadur dari berbagai sumber cerita Jepang.
»»  BACA SELENGKAPNYA...

Cerita Dongeng Jepang 2

桃太郎
Momotarō 


Cerita rakyat Jepang paling terkenal, Momotarō 桃太郎, Bocah buah persik.

Bab I  第一章

Mukashi mukashi, aru mura ni, ojiisan to obāsan ga, nakayoku kurashite orimashita.
昔々、ある村に、おじいさんとおばあさんが、仲良く暮らしておりました。
Dahulu kala, di suatu desa, kakek dan nenek hidup berdampingan.
Obāsan wa kawa de sentaku o shiteiru to, kawakami kara, ōkina momo ga pukari pukari tonagaretekimashita.
おばあさんは川で洗濯をしていると、川上から、大きな桃がぷかりぷかりと流れてきました。
Ketika nenek sedang mencuci di sungai, dari hulu sungai, buah persik yang besar terapung2 mengalir datang.
Obāsan wa momo o hirotte uchi e kaerimashita. Yūgata ni natte, ojiisan wa yama kara modotte kimashita.
おばあさんは桃を拾って家へ帰りました。 夕方になって、おじいさんは山から戻ってきました。
Sang nenek memungut buah persik itu, lalu pulang ke rumah. Hari menjadi petang, kakek kembali dari gunung.
Futari de tabeyō to, momo o kirō to suru to, momo wa patto warete, naka kara, marumaru to futotta kawaii otoko no ko ga tobidashimashita
二人で食べようと、桃を切ろうとすると、桃はぱっと割れて、中から、まるまると太った可愛い男の子が飛び出した。
Begitu mereka berdua akan makan, dan membelah buah persik, dari dalam, muncul seorang anak lelaki yang gemuk bulat.
Ojiisan to obāsan wa bikkuri shimashita ga, ōyorokobi de,momotarō to iu namae o tsukete, sodatemashita.
おじいさんとおばあさんはびっくりしましたが、大喜びで、桃太郎という名前をつけて、育てました。
Kakek dan nenek pun terkejut, tapi dengan sangat gembira, membesarkan anak itu dan memberinya nama 'Momotarō'
Sukusuku sodatte momotarō wa, dondon ōkikunatte, chikaramochi de, kashikoi ko ni narimashita.
すくすく育って桃太郎は、どんどん大きくなって、力持ちで、賢い子になりました。
Momotarō yg tumbuh dengan cepat, cepat menjadi besar, kuat dan menjadi anak yang pintar.
Sono koro, mura ni warui onidomo ga detekite, mura no hito ni ranbō shitari, mono o tottari, musume o sarattari, hitobito wa taihen komatte imashita.
そのころ、村に悪い鬼どもが出てきて、村の人に乱暴したり、物を取ったり、娘をさらったり、人々は大変困っていました。
Pada waktu itu, di desa datang para siluman jahat yang bertindak kejam pada penduduk desa, mengambil barang, menculik gadis, sehingga para penduduk desa sangat menderita.
Aru hi, momotarō ga ojiisan to obāsan no mae ni kite, kichinto suwatte, ryōte o tsuki, "Okagesama de, ōkikunarimashita kara, oni ga shima e oni taiji ni ittemairimasu." to iimashita.
ある日、桃太郎がおじいさんとおばあさんの前に来て、きちんと座って、両手をつき、「おかげさまで、大きくなりましたから、鬼が島へ鬼退治に行って参ります。」と言いました。
Pada suatu hari, momotaro menghampiri kakek dan nenek, duduk dengan sopan, menyilangkan kedua tangannya dan berkata "Berkat Anda, saya telah menjadi besar, saya akan pergi ke pulau untuk memberantas para siluman"
Ojiisan to obāsan wa bikkuri shite tomemashita ga, momotarō wa dōshite mo kikimasen deshita.
おじいさんとおばあさんはびっくりして止めましたが、桃太郎はどうしても聞きませんでした。
Kakek dan nenek terkejut dan berusaha mencegahnya, tapi Momotaro tidak mau mendengarkan.
Ojiisan to obāsan wa takusan kibidango o tsukutte agete, yoroi ya katana ya "Nipponichi no momotarō" to kaita hata o motasete, okuri dashimashita.
おじいさんとおばあさんはたくさんきび団子を作ってあげて、よろいや刀や「日本一の桃太郎」と書いた旗を持たせて、送り出しました。
Kakek dan nenek membuatkan banyak kibidango (semacam onde2), memberinya jubah perang, pedang, dan bendera bertuliskan "No 1 di Jepang, Momotarō", dan mengantarnya keluar.

Bab 2  第二章
仲間に会いました。 Nakama ni aimashita. (Bertemu teman seperjalanan)

Mura hazure made kuru to, inu ga wanwan hoenagara, yattekimashita. "Momotarō-san, doko e iku no desu ka."
村外れまで来ると、犬がわんわんほえながら、やってきました。「桃太郎さん、どこへ行くのですか。」
Begitu sampai di tepi luar desa, seekor anjing muncul mendekat sambil menyalak "Momotarō, mau pergi kemana?"
"Oni ga shima e oni taiji ni iku." to Momotarō ga kotaemashita.
「鬼が島へ鬼退治に行く。」と桃太郎が答えました。
Momotarō menjawab "Pergi ke pulau siluman untuk membasmi siluman"
"Watashi mo otomo ni shite kudasai. Ano kibidango o hitotsu kudasai."
「わたしもお供にしてください。あのきび団子を一つください。」
"Biarkan saya menemani. Berikan saya satu kibidango itu."
"Yoshi yoshi. Sā, Nipponichi no kibidango o ageyō". Momotarō wa inu ni kibidango o hitotsu yari, kerai ni shimashita.
「よしよし。さあ、日本一のきび団子を上げよう。」桃太郎わ犬にきび団子を一つやり、家来にしました。
"Baiklah. Nih, kibidango no 1 di Jepang." Momotarō memberi kepada anjing satu buah kibidango dan membuatnya menjadi pengikut.
Dondon susunde yama no hō ni iku to, kiji ga kenken ni naite yattekimashita. "Momotarō-san, doko e iku no desu ka."
どんどん進んで山の方にいくと、きじがけんけんに鳴いてやってきました。「桃太郎さん、どこへ行くのですか。」
Ketika Momotarō melanjutkan perjalanannya ke arah gunung, seekor burung pegar muncul mendekat sambil berkoak2. "Momotarō, pergi ke mana?"
"Oni ga shima e oni taiji ni iku."  "Watashi mo tsurete itte kudasai. Ano kibidango o hitotsu kudasai."
「鬼が島へ鬼退治に行く。」  「わたしも連れて行ってください。あのきび団子を一つください。」
"Pergi ke pulau siluman untuk membasmi siluman"   "Bawalah saya pergi. Berikanlah satu buah kibidango itu."
Momotarō wa kiji ni kibidango o hitotsu yari, kerai ni shimashita.
桃太郎わきじにきび団子を一つやり、家来にしました。
Momotarō memberi satu buah kibidango kepada burung pegar, dan menjadikannya pengikut.
Dondon susunde iku to, saru ga kyaakyaa to sakebinagara yattekimashita. Saru mo inu ya kiji no yō ni kerai ni narimashita.
どんどん進んで行くと、猿がきゃあきゃあと叫びながらやってきました。猿も犬やきじのように家来になりました。
Ketika melanjutkan perjalanan, seekor kera muncul sambil berteriak "kyaa kyaa". Si kera juga menjadi pengikut seperti anjing dan burung pegar.
Momotarō wa sannin no taishō ni natte, oni ga shima e susunde ikimashita.
桃太郎は三人の大将になって、鬼が島へ進んで行きました。
Momotarō menjadi jendral ketiga mahluk itu, melanjutkan perjalanan ke pulau siluman.

Bab 3  第三章
闘争 TŌSŌ (Pertempuran)

Oni ga shima e tsuku to, ōkina kuroi mon ga tatte imashita. Saru ga mon o dondon tataku to, naka kara "DOORE" to akaoni ga detekimashita.
鬼が島へ着くと、大きな黒い門が立っていました。猿が門をドンドンたたくと、中から「どーれ」と赤鬼が出て来ました。
Setiba di pulau siluman, ada sebuah pintu hitam besar. Begitu kera memukul pintu, dari dalam terdengar suara "SIAPA??", lalu keluarlah satu siluman berwarna merah.
Momotarō wa "Ware koso Nipponichi no Momotarō da. Oni domo o taiji ni kita. Kakugo shiro." to itte katana o nukimashita.
桃太郎は「われこそ日本一の桃太郎だ。恩どもを退治に来た。覚悟しろ!」と言って刀を抜きました。
"AKULAH Momotaro si no 1 Jepang. Datang untuk membasmi siluman. Bersiaplah!" kata Momotarō sambil mencabut pedang.
Oku de wa, oni domo wa sakamori no saichū de shita ga, "Nani... Momotarō?? Nanda, kodomo ka" to baka ni shite kakatte kimashita.
奥では、鬼どもは酒盛りの最中でしたが、「何 ... 桃太郎? 何だ子供か。」とばかにしてかかって来ました。
Di dalam, para siluman tengah bersantap, dan kemudian, 'Apa? Momotarō? Apa itu. anak kecil?" sambil tertawa mengejek dan bergegas menyerang.
Momotarō-tachi wa katana o furui, oni domo to tōsō shimashita. Tōtō, oni domo wa minna makete shimaimashita.
桃太郎たちは刀をふるい、鬼どもと闘争しました。とうとう、鬼どもはみんな負けてしましました。
Momotaro dan teman2nya mengibaskan pedang, bertarung dengan para siluman. Akhirnya, para siluman semuanya kalah.
Oni no taishō wa Momotarō no mae ni namida o nagashite "Inochi bakari otasuke kudasai. Kore kara wa kesshite warui koto wa itashimasen. Takaramono wa minna sashiagemasu." to wabimashita.
鬼の大将は桃太郎の前に涙を流して「命ばかりお助けください。これからは決して悪いことは致しません。宝物はみんな差し上げます。」と詫びました。
Jendral siluman menangis di depan Momotaro dan meminta maaf "Jangan bunuh kami. Mulai sekarang tidak akan berbuat hal buruk lagi. Semua harta akan saya berikan untuk Anda."
"Kore kara warui koto o shinakereba, inochi o tasukete yaru." to momotarō ga iimashita.
「これから悪いことをしなければ、命を助けてやる。」と桃太郎が言いました。
"Kalau dari sekarang tidak berbuat buruk lagi, nyawa kalian saya selamatkan" kata Momotarō.
Momotarō wa takaramono o kuruma ni nosete, ojiisan to obāsan no miyage ni shite, mura e kaette kimashita.
桃太郎は宝物を車に乗せて、おじいさんとおばあさんの土産にして、村へ帰って来ました。
Momotaro menaikkan harta2 itu ke atas gerobak untuk oleh2 kakek dan nenek, lalu pulang ke desa.
Ojiisan mo obāsan mo murabito mo ōyorokobi de, Momotarō no yūki to chikara o hometataemashita.
おじいさんもおばあさんも村人も大喜びで、桃太郎の勇気と力をほめたたえました。
Kakek dan nenek dan para penduduk desa semua dengan sangat gembira, memuji keberanian dan kekuatan Momotarō.

Disadur dari berbagai sumber cerita Jepang.
»»  BACA SELENGKAPNYA...